Berita online - Ada Apa Dengan Konser Coldplay 2023 Di Indonesia
Nama: Calista Nadhifa Herlayra
NPM: 10821198
Kelas: 3MA03
Berita Online - Digital Journalisme
ADA APA DENGAN KONSER COLDPLAY 2023 DI INDONESIA?
Siapa yang tidak kenal dengan group band Coldplay yang berasal dari kota London ini baru saja kemarin pada tanggal 15 November 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Konser Coldplay ini tentunya sudah ditinggu-tunggu oleh para penggemar Coldplay. Namun, dibalik konser yang meriah itu memiliki beberapa permasalahan.
Permasalahan yang pertama yaitu adanya demo terkait dengan konser Coldplay untuk diminta dibatalkan konser oleh sejumlah massa yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Anti LGBT (Geranti) pada tanggal 15 November yang bertepatan dengan konser Coldplay. Aksi demo ini dilakukan dengan alasan bahwa Coldplay mendukung komunitas LGBT, terutama sang vokalis band yaitu Chris Martin yang mendukung aktivitas LGBT, hal ini menjadi titik kontroversial di kalangan penggemar dan masyarakat luas.
Selain itu, Chris Martin juga beberapa kali mengibarkan bendera khas LGBT ketika saat konser Coldplay berlangsung diberbagai negara. Bahkan pakaian yang ia kenakan terkadang memiliki unsur-unsur LGBT. Karna hal itulah terjadinya demo pembatalan konser Coldplay di Jakarta. Karena Gerakan Nasional Anti LGBT tersebut tidak ingin adanya hal yang mengkampanyekan LGBT karena tidak sesuai dengan syariat agama dan peandangan masyarakat di negara Indonesia.
Permasalahan yang kedua terkait konser Coldplay yaitu adanya penipuan tiket konser Coldplay. Penipuan ini merugikan 400 orang dengan kerugian sekitar Rp 15 miliar. Penipuan yang dilakukan oleh Ghisca Debora Aritonang yang menipu para korban dengan mengaku kenal dengan promotor konser. Diduga banyak dari korban yang percaya dengan Ghisca Debora setelah berhasil melakukan perang (war) tiket konser Coldplay secara online.
Dalam kasus ini polisi menyampaikan bahwa Ghisca Debora melakukan aksi penipuan tiket Coldplay seorang diri. Danselain itu, Ghisca disebut baru pertama kali melakukan pnipuan tiket konser. Hal ini sungguh merugikan para korban yang seharusnya bisa menikmati konser tetapi malah terkena penipuan.
Selain kedua permaslaah tersebut ada beberapa permasalahan lainnya yang terjadi pada konser Coldplay. Seperti tiket asli yang tidak bisa di scan, alur ticketing yang kacau dan berantakan, penipuan calo dengan sistem COD, dan penonton tanpa memiliki tiket yang menjebol pagar pembatas untuk bisa masuk dan menonton konser Coldplay secara gratis.
Hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi sang promotor lain sebagai penyelenggara acara konser untuk mempersiapkan semua persiapan dengan matang. Agar penonton dan group band sama-sama merasa nyaman selama menyaksikan pertunjukkan konser. Dan diharapkan pula bagi masyarakat untuk pintar-pintar dalam membeli tiket konser untuk menghindari penipuan dan kerugian.

Komentar
Posting Komentar